Berantem Menurut Islam

**Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh**

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan ketenangan kepada hati-hati yang beriman. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, teladan terbaik dalam kesabaran dan akhlak mulia.

Saudara-saudariku yang dirahmati Allah,

Berantem adalah sesuatu yang sangat jauh dari ketenangan hati seorang muslim. Ia bukan hanya sekadar pertengkaran lisan atau sikap kasar, melainkan juga luka yang dapat meninggalkan bekas di dalam dada. Ketika hati dipenuhi dengan amarah dan permusuhan, ketenangan iman menjadi terganggu, dan cahaya Tauhid pun terasa redup.

Tauhid yang murni mengajarkan kita untuk hanya takut kepada Allah semata. Ketika seseorang benar-benar menyadari bahwa hanya Allah yang menguasai segala urusan, ia akan belajar untuk menahan diri. Sebab marah yang tidak terkendali pada hakikatnya adalah bentuk dari kelemahan iman. Hati yang tenang karena Tauhid tidak mudah terbakar oleh provokasi, tidak mudah terpancing untuk menyakiti saudaranya, dan selalu memilih jalan damai.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah di antara saudara-saudaramu. Ayat ini mengingatkan kita betapa berharganya persaudaraan sesama mukmin. Bertengkar dan saling memusuhi hanya akan memecah belah hati yang seharusnya saling menguatkan dalam mengingat Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk mengendalikan amarah. Beliau tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan, melainkan dengan kesabaran dan kelembutan. Ketika hati kita dipenuhi dengan kesadaran Tauhid, kita akan merasa bahwa marah yang sia-sia itu terlalu mahal harganya karena dapat menghilangkan ketenangan dan keberkahan hidup.

Marilah, wahai saudara-saudaraku, kita perbaiki hati kita dengan memperdalam Tauhid. Dengan mengenal Allah lebih dekat, kita akan belajar melembutkan hati, menjaga lisan, dan memilih diam yang penuh hikmah daripada berantem yang hanya mendatangkan penyesalan. Biarlah hati kita selalu damai, penuh dengan cinta karena Allah, dan jauh dari pertengkaran yang menyusahkan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga hati kita agar tetap tenang, menjauhkan kita dari sikap kasar, dan mempertemukan hati-hati kita dalam kasih sayang karena-Nya.

**Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.**

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi