Sekarang: Menapaki Setiap Detik dengan Kesadaran Tauhid
✅ Disalin!
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
### Sekarang: Menapaki Setiap Detik dengan Kesadaran Tauhid
Kita hidup di zaman yang serba cepat; teknologi, informasi, dan perubahan sosial datang silih berganti. Di tengah hiruk‑pikuk itu, kata **“sekarang”** menjadi panggilan untuk kembali menengok hati, meneguhkan niat, dan mengingat tujuan utama penciptaan kita.
---
#### 1. **Sekarang adalah Anugerah Allah SWT**
Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan dalam **Surah Al‑Azhaq (51): 56**:
> *“Dan tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”*
Setiap detik yang kita lalui adalah bagian dari ibadah, asalkan di dalamnya terdapat niat mengharap ridha Allah. Ketika kita menyadari bahwa **“sekarang”** adalah amanah yang diberikan Allah, maka setiap tindakan—entah itu bekerja, belajar, atau beristirahat—bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
---
#### 2. **Kebijaksanaan Allah dalam Setiap Kejadian**
Seringkali kita merasa tidak suka atau kecewa atas sesuatu yang terjadi. Namun Al‑Qur’an mengingatkan dalam **Surah Al‑Baqarah (2): 216**:
> *“Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu…”*
Ayat ini mengajarkan bahwa **“sekarang”** yang tampak sulit atau tidak menyenangkan mungkin mengandung kebaikan tersembunyi yang hanya Allah yang mengetahuinya. Dengan bersabar dan bersyukur, kita menurunkan hati kepada hikmah‑hikmah Ilahi.
---
#### 3. **Menyadari Takdir Sambil Berikhtiar**
Allah berfirman dalam **Surah Al‑Ahzab (33): 38**:
> *“Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat kamu usahakan, kecuali Allah telah menentukannya.”*
Ayat ini tidak meniadakan usaha manusia, melainkan menegaskan bahwa **ikhtiar** harus selaras dengan **qadar**. Pada saat ini—pada **“sekarang”**—kita diajak untuk berusaha dengan sungguh‑sungguh, namun tetap menyerahkan hasilnya kepada Allah.
---
#### 4. **Praktik Tauhid dalam Kehidupan Sehari‑hari**
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan **sekarang** untuk menghidupkan tauhid (keesaan Allah) dalam setiap aspek hidup:
| Aktivitas | Cara Menyisipkan Tauhid |
|-----------|------------------------|
| **Bangun tidur** | Ucapkan *“Alhamdulillah”* atas nikmat hidup dan niatkan hari ini untuk beribadah. |
| **Bekerja/Belajar** | Jadikan niat membantu orang lain dan mencari rezeki halal sebagai bentuk ibadah. |
| **Berinteraksi** | Ingatkan diri bahwa setiap orang adalah ciptaan Allah; perlakukan mereka dengan kasih sayang. |
| **Makan & Minum** | Ucapkan *“Bismillah”* sebelum makan, bersyukur atas rezeki yang diberikan. |
| **Waktu Luang** | Sisihkan sebagian untuk membaca Al‑Qur’an, berdoa, atau bersedekah. |
Dengan konsistensi, **“sekarang”** menjadi rangkaian amal yang terus menguatkan keimanan.
---
#### 5. **Renungan Akhir: Apakah Kita Sudah Menggunakan “Sekarang” dengan Bijak?**
- **Apakah** setiap keputusan yang diambil hari ini didasari niat mengharap keridhaan Allah?
- **Apakah** kita bersyukur atas segala nikmat, baik yang tampak maupun yang tersembunyi?
- **Apakah** kita tetap berikhtiar sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah?
Jika jawaban kita positif, maka **“sekarang”** telah menjadi ladang pahala. Jika masih ada keraguan, mari perbaiki niat dan langkah kita, karena Allah selalu membuka pintu rahmat bagi hamba‑Nya yang kembali.
---
**Semoga setiap “sekarang” yang kita jalani menjadi sarana memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, dan meneguhkan keyakinan bahwa hanya Allah‑lah yang berhak disembah.**
Wa alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar