*Lengser* secara harfiah dalam Bahasa Indonesia berarti “meluncur” atau “turun”.

**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**  

### Pengantar  

Al‑Qur’an dan Sunnah mengajarkan kepada kita untuk menghargai budaya yang tidak menyalahi ajaran Islam, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keimanan, akhlak, serta kesopanan. Salah satu contoh budaya yang sering ditemui di beberapa daerah Indonesia, khususnya di tanah Sunda, adalah **“lengser”**. Dalam artikel ini kita akan menelusuri makna “lengser”, menilai kehalalannya dari perspektif Islam, serta memberikan panduan agar praktik tersebut dapat dilaksanakan dengan cara yang Islami.  

---

## 1. Apa Itu “Lengser”?  

*Lengser* secara harfiah dalam Bahasa Indonesia berarti “meluncur” atau “turun”. Dalam konteks adat, istilah ini merujuk pada **prosesi pernikahan** di mana pengantin atau keluarga mengiringi pasangan menuju pelaminan dengan gerakan tertentu, sering kali diiringi musik tradisional. Pada dasarnya, *lengser* adalah sebuah **ritual budaya** yang bertujuan menambah keindahan, kebersamaan, dan rasa syukur atas pernikahan yang diridhoi Allah.  

---

## 2. Landasan Islam tentang Budaya dan Tradisi  

1. **Tidak Menyalahi Aqidah**  
   - Allah berfirman:  
     > “Sesungguhnya agama (agama) (yang benar) hanyalah Islam…” (QS. Al‑‘Ankabut: 45).  
   - Oleh karena itu, setiap tradisi yang tidak mengandung unsur syirik, takhayul, atau khurafat dapat diterima, asalkan tidak menyalahi prinsip-prinsip Islam.  

2. **Menjaga Aurat dan Kesopanan**  
   - Nabi Muhammad SAW bersabda:  
     > “Sesungguhnya aurat seorang wanita itu adalah seluruh tubuhnya, kecuali dua jari pada kedua kakinya.” (HR. Abu Dawud).  
   - Jadi, dalam setiap prosesi, **pakaian harus menutup aurat** dan tidak menampilkan perilaku yang melanggar adab.  

3. **Mengutamakan Doa dan Zikir**  
   - Allah berfirman:  
     > “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku adalah dekat.” (QS. Al‑Baqarah: 186).  
   - Menyisipkan **doa, shalawat, atau bacaan Al‑Qur’an** dalam rangkaian acara merupakan cara yang sangat dianjurkan.  

---

## 3. Kriteria “Lengser” yang Islami  

| Kriteria | Penjelasan | Dalil |
|----------|------------|-------|
| **Tidak mengandung unsur syirik** | Tidak ada doa kepada selain Allah, tidak ada kepercayaan takhayul tentang “menjaga kebahagiaan rumah tangga”. | QS. Al‑Maidah: 3 |
| **Menjaga aurat** | Pakaian menutup seluruh tubuh, tidak ada gerakan yang menampakkan bagian tubuh yang haram. | HR. Abu Dawud |
| **Tidak menimbulkan fitnah** | Tidak ada tarian yang bersifat sensual atau menimbulkan godaan. | QS. An‑Nur: 30‑31 |
| **Dilengkapi dengan doa** | Membuka prosesi dengan doa memohon keberkahan, serta mengiringi dengan shalawat. | QS. Al‑Fath: 29 |
| **Tidak mengganggu hak orang lain** | Tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu lingkungan, tidak memaksa orang yang tidak ingin ikut. | QS. Al‑Hujurat: 13 |

Jika semua kriteria di atas terpenuhi, **“lengser” dapat dilaksanakan** sebagai bagian dari budaya yang diperkaya dengan nilai‑nilai Islam.  

---

## 4. Cara Menyelenggarakan “Lengser” Secara Islami  

1. **Pembukaan dengan Doa**  
   - “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keberkahan-Mu kepada pasangan ini, jadikanlah pernikahan mereka sebagai sarana kebaikan dan ketakwaan.”  

2. **Penggunaan Pakaian Syar’i**  
   - Bagi wanita, kenakan busana yang menutup aurat (pakaian yang tidak tembus, tidak ketat).  
   - Bagi pria, kenakan pakaian yang menutupi aurat (dari pusar sampai lutut).  

3. **Pengiringan Shalawat**  
   - Selama prosesi, dapat dibacakan shalawat Nabi, misalnya:  
     > “Allahumma shalli ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallim.”  

4. **Gerakan yang Sopan**  
   - Gerakan meluncur atau mengiringi dapat dilakukan dengan langkah tenang, tidak berlebihan, dan tidak menampilkan tarian yang bersifat hiburan.  

5. **Akhiri dengan Doa Syukur**  
   - “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, atas nikmat pernikahan ini, semoga kami senantiasa berada dalam lindungan-Mu.”  

---

## 5. Manfaat Spiritual “Lengser” yang Islami  

- **Meningkatkan Rasa Syukur**: Mengingat bahwa pernikahan adalah anugerah Allah, sehingga setiap langkah diiringi doa menumbuhkan rasa syukur.  
- **Mempererat Silaturahmi**: Prosesi bersama keluarga dan sahabat menciptakan kebersamaan yang sesuai dengan anjuran Nabi SAW untuk mempererat ukhuwah.  
- **Menjaga Identitas Budaya**: Dengan menyesuaikan tradisi pada nilai Islam, kita dapat melestarikan warisan budaya tanpa mengorbankan keimanan.  

---

## 6. Kesimpulan  

“Lengser” pada dasarnya adalah sebuah tradisi budaya yang dapat **diharmonisasikan dengan ajaran Islam** selama tidak mengandung unsur syirik, menjaga aurat, dan dilengkapi dengan doa serta shalawat. Dengan memperhatikan kriteria‑kriteria di atas, umat Islam dapat merayakan pernikahan secara indah, bersyukur, dan tetap berada dalam batas-batas syariat.  

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menggabungkan keindahan budaya dengan keindahan iman.  

**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Hukum Bermain Catur dalam Islam: Antara Manfaat dan Larangan