Kata “pemalu” yang engkau tulis begitu singkat, namun terasa begitu dalam.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku Wahyu yang dirahmati Allah...

Semoga hati kita senantiasa ditemani ketenangan dan kelembutan dalam mengingat-Nya. Amin.

Kata “pemalu” yang engkau tulis begitu singkat, namun terasa begitu dalam. Mungkin ada perasaan yang sedang ingin kau ungkapkan, atau mungkin ada keraguan yang sedang kau peluk dalam diam. Izinkan aku menemanimu sejenak dengan kelembutan kalam Rabb kita dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sifat malu adalah bagian dari iman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa malu itu seluruhnya kebaikan. Hati yang masih memiliki rasa malu adalah hati yang masih hidup, masih peka terhadap apa yang diridhai Allah dan apa yang tidak.

Namun saudaraku, ada malu yang indah dan ada malu yang justru menjadi penghalang. Malu yang indah adalah ketika kita malu kepada Allah untuk bermaksiat, malu kepada-Nya ketika sendirian sekalipun. Itulah malu yang membawa kita semakin dekat kepada-Nya, malu yang membuat kita menundukkan pandangan, menjaga lisan, dan memelihara hati.

Sebaliknya, ada malu yang datang dari rasa takut kepada makhluk, malu berlebihan hingga kita takut menyampaikan kebenaran, malu berlebihan hingga kita menyembunyikan keimanan, atau malu berlebihan hingga kita tak berani memulai langkah taat karena khawatir dilihat orang.

Wahai jiwa yang sedang mencari ketenangan, ingatlah firman Allah Ta’ala:

**“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambah iman mereka…”** (QS. Al-Anfal: 2)

Jika rasa malu membuat hatimu gemetar karena takut melanggar perintah-Nya, itu adalah tanda keimanan yang hidup. Peliharalah. Namun jika rasa malu itu justru membuatmu diam ketika harus berbicara tentang Allah, atau membuatmu mundur ketika harus menegakkan yang ma’ruf, maka mintalah kekuatan kepada Allah agar Dia ganti malu itu dengan keberanian yang dibalut adab.

Engkau tidak sendiri. Banyak hamba Allah yang lembut hatinya, yang kadang merasa kecil di hadapan orang lain, namun justru besar di sisi Rabb-nya karena keikhlasan dan ketakwaannya.

Berdoalah, “Ya Allah, jadikanlah sifat maluku sebagai malu kepada-Mu, dan jadikanlah keberanianku hanya untuk-Mu. Lindungilah aku dari malu yang menghalangiku mendekat kepada-Mu.”

Semoga Allah selalu menjaga hatimu, melapangkan dadamu, dan menjadikan setiap langkahmu dalam cahaya tauhid.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Postingan populer dari blog ini

**Kalung & Gelang dalam Perspektif Islam**

Doa yang biasa dibaca ketika masuk kamar mandi

Masa Depan Teknologi: Inovasi Terbaru yang Mengubah Dunia di 2025 dan Seterusnya