Anjing dalam Perspektif Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
### Anjing dalam Perspektif Islam
Anjing adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan tujuan tertentu. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk memahami posisi anjing dalam syariat, menghormati hak‑haknya, serta menyesuaikan interaksi kita dengan hewan ini sesuai dengan ajaran Al‑Qur’an dan Sunnah.
---
#### 1. **Anjing dalam Al‑Qur’an**
Meskipun anjing tidak disebutkan secara terperinci dalam Al‑Qur’an, ada beberapa ayat yang menyinggung kehadirannya:
- **Surah Al‑Kahfi (18:9‑10)** – “Mereka berdua berdoa kepada Allah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, dan menurunkan ketenaran kepada anjing mereka yang mengulurkan lidahnya.”
Ayat ini menunjukkan bahwa anjing dapat menjadi bagian dari kisah keimanan, sekaligus mengingatkan kita akan kebersamaan antara manusia dan hewan dalam situasi tertentu.
- **Surah Al‑Maidah (5:3)** – “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) binatang yang disembelih atas nama selain Allah…”
Dari ayat ini, ulama menafsirkan bahwa daging anjing termasuk dalam kategori yang haram untuk dimakan, karena anjing termasuk binatang yang tidak disembelih secara syar’i.
---
#### 2. **Hadis tentang Memelihara Anjing**
Beberapa hadis Nabi Muhammad SAW memberikan pedoman jelas mengenai kepemilikan anjing:
| Hadis | Isi Singkat | Keterangan |
|-------|-------------|------------|
| **HR. Muslim** | “Barang siapa yang memiliki anjing, kecuali anjing untuk berburu, atau anjing untuk menjaga ternak, atau anjing untuk menjaga tanaman, maka setiap hari akan dikurangi satu qirāʿ (ukuran) dari pahalanya.” | Menekankan bahwa kepemilikan anjing hanya dibolehkan untuk keperluan yang dibenarkan syariat. |
| **HR. Bukhari & Muslim** | “Jika anjing menjilat bejana, maka harus dibersihkan tujuh kali, satu kali dengan tanah.” | Menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan setelah bersentuhan dengan anjing. |
| **HR. Abu Dawud** | “Anjing termasuk najis, kecuali anjing pemburu atau anjing penjaga.” | Menegaskan status najis anjing dalam konteks ibadah (seperti wudhu). |
---
#### 3. **Kapan Memelihara Anjing Dibolehkan?**
Berdasarkan hadis di atas, anjing dapat dipelihara untuk tiga tujuan utama yang diizinkan:
1. **Berburu** – Membantu mencari makanan yang halal.
2. **Menjaga Ternak** – Melindungi hewan ternak dari pemangsa.
3. **Menjaga Tanaman atau Properti** – Mengawasi kebun, ladang, atau rumah dari ancaman.
Selain itu, anjing yang dilatih khusus untuk **menolong orang buta, mencari orang hilang, atau dalam operasi penyelamatan** juga termasuk dalam penggunaan yang bermanfaat dan dibenarkan.
---
#### 4. **Kebersihan dan Kesucian**
Anjing dianggap **najis** dalam mazhab mayoritas. Oleh karena itu, bila bersentuhan dengan anjing (misalnya, anjing menjilat atau menggaruk), maka:
- **Bersihkan** dengan air sebanyak tujuh kali, satu kali dengan tanah (sebagaimana disebutkan dalam hadis).
- Pastikan **wudhu** atau **mandi junub** dilakukan setelah bersentuhan, terutama sebelum melaksanakan shalat.
---
#### 5. **Etika Memperlakukan Anjing**
Meskipun ada batasan dalam kepemilikan, Islam tetap mengajarkan **kasih sayang** kepada semua makhluk Allah:
- **Memberi makan dan minum** secara layak bila anjing berada dalam tugas yang dibolehkan.
- **Tidak menyiksa** atau memperlakukan anjing dengan kejam.
- **Memberi tempat yang aman** dan melindungi mereka dari bahaya.
---
#### 6. **Kesimpulan**
- Anjing **bukan haram** secara mutlak, tetapi **kepemilikannya dibatasi** pada keperluan yang diizinkan syariat (berburu, penjagaan ternak/tanaman, atau tugas kemanusiaan).
- Karena statusnya **najis**, kebersihan harus dijaga dengan cermat, terutama sebelum ibadah.
- Islam menekankan **kasih sayang** dan **keadilan** terhadap semua makhluk, termasuk anjing, selama interaksi tersebut tidak melanggar aturan agama.
Semoga artikel singkat ini dapat menambah pemahaman kita tentang anjing dalam kerangka ajaran Islam, serta membantu kita menjalani kehidupan yang seimbang antara kepedulian terhadap makhluk Allah dan ketaatan kepada syariat.
**Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.**
Komentar
Posting Komentar