Sampean: Makna Kesantunan dalam Bahasa Jawa dan Hikmah Islam
**Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**
---
### Sampean: Makna Kesantunan dalam Bahasa Jawa dan Hikmah Islam
Kata **“sampean”** dalam bahasa Jawa merupakan bentuk sapaan yang sopan dan menghormati orang lain, setara dengan “anda” dalam bahasa Indonesia. Penggunaannya menandakan niat untuk berbicara dengan lemah lembut, menghindari kesombongan, serta menunjukkan rasa hormat kepada sesama.
Dalam Islam, sikap santun dan lemah lembut yang tercermin dalam kata “sampean” sangatlah dianjurkan. Allah SWT berfirman:
> **“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya dengan cara yang baik…”**
> *(QS. Al‑Asr: 3)*
Dan Rasulullah SAW bersabda:
> **“Sesungguhnya lemah lembut itu tidak ada mengurangi kekuatan.”**
> *(HR. Bukhari)*
Maka, dari sudut pandang Islam, “sampean” bukan sekadar kata, melainkan cerminan **etika berinteraksi** yang sejalan dengan ajaran Qur’an dan Sunnah.
---
### 1. Introspeksi Diri, Bukan Menilai Orang Lain
Salah satu pesan yang sering disampaikan oleh para ulama, termasuk KH. Maimun Zubair, adalah:
> *“Sampean itu jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum tentu masuk surga, ngapain ngurusi orang lain.”*
Pesan ini mengingatkan kita untuk **menjaga fokus pada diri sendiri**. Allah berfirman:
> **“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengkritik satu sama lain, dan menghalangi (orang) lain dari kebaikan?”**
> *(QS. Al‑Hujurat: 12)*
Sebagai gantinya, mari kita meneladani ayat berikut:
> **“Hai orang-orang yang beriman, periksalah diri kalian.”**
> *(QS. Al‑Mujadilah: 11)*
Dengan introspeksi, kita dapat memperbaiki akhlak, meningkatkan keimanan, dan menghindari sikap **munafik** yang menilai orang lain tanpa menilai diri sendiri.
---
### 2. Kesantunan dalam Berbicara
Islam menekankan pentingnya **bahasa yang baik**. Nabi Muhammad SAW bersabda:
> **“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”**
> *(HR. Bukhari & Muslim)*
Penggunaan “sampean” sebagai sapaan yang sopan sejalan dengan prinsip ini. Ketika kita menyapa dengan lemah lembut, hati orang yang kita sapa menjadi tenang, dan hubungan sosial menjadi lebih harmonis.
---
### 3. Praktik Kesantunan Sehari‑hari
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat kita terapkan, terinspirasi dari makna “sampean” dan ajaran Islam:
| Langkah | Penjelasan | Dalil Islam |
|--------|------------|-------------|
| **Gunakan bahasa yang lembut** | Pilih kata‑kata yang tidak menyakitkan hati. | “Kata-kata yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari) |
| **Berpikir sebelum berbicara** | Tanyakan pada diri: “Apakah ini bermanfaat atau menyakiti?” | “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al‑Hujurat: 13) |
| **Fokus pada perbaikan diri** | Lakukan evaluasi diri secara rutin. | “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar‑Raq‘ah: 11) |
| **Hindari menghakimi** | Tinggalkan sikap menilai orang lain tanpa ilmu. | “Janganlah kamu menilai orang lain sebelum kamu menilai dirimu sendiri.” (HR. Tirmidzi) |
---
### 4. Doa Penutup
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kepada kita hati yang **lembut**, lidah yang **bersih**, dan jiwa yang **ikhlas** dalam memperbaiki diri.
> **“Ya Allah, jadikanlah kami hamba‑Mu yang selalu mengingat-Mu, yang berbicara dengan lemah lembut, dan yang senantiasa introspeksi diri.”**
Amin.
---
**Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh**