**Artikel Islami: “Lepas” – Menjadi Bebas dari Segala yang Menghalangi Kebaikan**
**Artikel Islami: “Lepas” – Menjadi Bebas dari Segala yang Menghalangi Kebaikan**
---
### 1. Pengantar: Apa Itu “Lepas”?
Kata **lepas** dalam bahasa Indonesia berarti “terbebas”, “terlepas”, atau “tidak lagi terikat”.
Dalam konteks Islam, **lepas** bukan sekadar memutuskan sesuatu secara fisik, melainkan proses spiritual dan moral untuk membebaskan diri dari:
* **Sifat‑sifat buruk** (kemarahan, iri, sombong, dll.)
* **Kebiasaan yang merusak** (ghibah, menunda ibadah, pergaulan negatif)
* **Hubungan yang tidak sehat** (perkawinan yang merusak, pertemanan yang menjerumuskan)
Dengan “lepas”, seorang Muslim berusaha kembali pada fitrah yang suci, menapaki jalan yang diridhoi Allah SWT.
---
### 2. Landasan Qur’an dan Hadis
| Sumber | Ayat / Hadis | Makna yang Menunjang Konsep Lepas |
|--------|--------------|-----------------------------------|
| **Al‑Qur’an** | “Dan janganlah kamu seperti orang‑orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (QS. Al‑Hasyr: 19) | Mengingat Allah menghindarkan kita dari keterikatan pada hal‑hal duniawi yang menyesatkan. |
| **Al‑Qur’an** | “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” (QS. Ar‑Ra’d: 11) | Perubahan dimulai dari diri; melepaskan keburukan adalah prasyarat perubahan. |
| **Hadis Nabi** | “Sesungguhnya Allah mencintai hamba‑Nya yang apabila berbuat dosa, segera bertaubat, dan apabila berbuat baik, terus melanjutkannya.” (HR. Bukhari) | Menunjukkan pentingnya “lepas” dari dosa dan melanjutkan kebaikan. |
| **Hadis Nabi** | “Berhentilah berbuat dosa, karena sesungguhnya dosa menjerat hati dan menutup pintu rahmat.” (HR. Muslim) | Menekankan bahaya keterikatan pada dosa; melepaskannya membuka pintu rahmat. |
---
### 3. Lepas dari Sifat‑Sifat Buruk
| Sifat | Dampak Negatif | Cara Melepaskannya (Langkah Praktis) |
|-------|----------------|--------------------------------------|
| **Marah** | Merusak hubungan, menurunkan kualitas ibadah | • Membaca **Surah Al‑Fathir** (103) – “Kecuali orang yang sabar dan berdoa”.
• Tarik napas dalam‑dalam, hitung sampai 10, lalu ucapkan *“Bismillah”.* |
| **Iri** | Menyebabkan kepuasan palsu, menurunkan rasa syukur | • Membiasakan **dzikir syukur** (Al‑hamdu lillah) setiap pagi.
• Membaca **Surah Al‑Falaq** dan **An‑Nas** untuk perlindungan hati. |
| **Sombong** | Menghalangi tawakal, menutup pintu ilmu | • Membaca **Surah Luqman** ayat 13 – “Dan janganlah kamu berjalan dengan sombong”.
• Menulis jurnal harian tentang hal‑hal yang telah Allah berikan. |
| **Ghibah** | Menyebar fitnah, merusak ukhuwah | • Mengingat **hadis**: “Janganlah kalian saling membicarakan keburukan orang lain”.
• Mengganti ghibah dengan **pujian** bila ada yang terlibat. |
---
### 4. Lepas dari Kebiasaan Buruk
1. **Meninggalkan Prokrastinasi Ibadah**
* *Strategi:* Tetapkan **waktu khusus** untuk shalat, dzikir, dan membaca Al‑Qur’an. Gunakan alarm atau aplikasi pengingat.
* *Doa:* “Ya Allah, mudahkanlah urusanku, kuatkanlah hatiku untuk selalu mengingat-Mu.”
2. **Melepas Kecanduan Media Sosial**
* *Strategi:* Batasi penggunaan menjadi **maksimal 30 menit** setelah shalat wajib. Matikan notifikasi yang tidak penting.
* *Doa:* “Ya Rabb, jauhkanlah hatiku dari gangguan duniawi.”
3. **Meninggalkan Kebiasaan Makan Berlebih**
* *Strategi:* Ikuti **sunnah makan**: makan dengan tangan kanan, tidak melampaui tiga suap, dan mengucapkan *Bismillah* sebelum makan.
* *Doa:* “Ya Allah, berikanlah kepadaku kesehatan dan kontrol diri.”
---
### 5. Lepas dari Hubungan yang Tidak Sehat
| Jenis Hubungan | Tanda Tidak Sehat | Langkah “Lepas” |
|----------------|-------------------|-----------------|
| **Percintaan / Pernikahan** | Saling menyakiti, menolak perintah agama | • Konsultasi dengan **ulama** atau **counselor** Muslim.
• Membaca **Surah An‑Nisa** ayat 35 tentang keadilan dalam rumah tangga. |
| **Persahabatan** | Menyuruh berbuat maksiat, menolak kebaikan | • Ganti pergaulan dengan **kelompok pengajian** atau **komunitas dakwah**.
• Ucapan: “Aku ingin lebih dekat dengan Allah, maafkan aku bila harus menjauh.” |
| **Lingkungan Kerja** | Tekanan untuk berbohong, menipu, atau melanggar syariat | • Cari **pekerjaan yang halal** atau **posisi yang lebih etis**.
• Doa: “Ya Allah, bukakanlah pintu rezeki yang halal dan baik.” |
---
### 6. Langkah Praktis Menjadi “Lepas” Secara Konsisten
1. **Niat yang Ikhlas** – Setiap pagi, ucapkan:
> “Ya Allah, jadikanlah hatiku lepas dari segala yang menutup jalan kebaikan.”
2. **Membuat Daftar “Lepas”** – Tuliskan 3‑5 hal yang ingin dilepaskan (sifat, kebiasaan, hubungan). Tandai progres mingguan.
3. **Mendekatkan Diri pada Al‑Qur’an** – Bacalah minimal **1 juz** setiap hari, fokus pada ayat‑ayat yang menyinggung kebebasan hati.
4. **Berdoa dan Memohon Pertolongan Allah** – Doa khusus:
> “Ya Rabb, bukakanlah hatiku dari belenggu keburukan, kuatkanlah aku untuk tetap berada di jalan-Mu.”
5. **Mencari Teman Seiman** – Bergabunglah dalam **kelompok belajar** atau **program mentoring** yang menumbuhkan akhlak mulia.
6. **Evaluasi Bulanan** – Tinjau kembali daftar “lepas”. Rayakan pencapaian kecil, dan perbaiki yang belum tercapai.
---
### 7. Kisah Inspiratif: Nabi Yusuf ‘AS dan Lepas dari Dosa
Nabi Yusuf ‘Alaihissalam mengalami **fitnah** dan **pengkhianatan** oleh istri tirinya. Alih‑alih terjerumus dalam dendam, ia **melepaskan** rasa marah dan memaafkan, lalu tetap berserah kepada Allah. Karena **lepas** dari kebencian, ia akhirnya diangkat menjadi **pemimpin** yang adil di Mesir.
> *“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.”* (QS. Ar‑Ra’d: 11)
Kisah ini mengajarkan bahwa **lepas** bukan berarti menyerah, melainkan menyerahkan urusan kepada Allah sambil berusaha memperbaiki diri.
---
### 8. Penutup: Menjadi Pribadi yang “Lepas” dalam Cinta Allah
“Lepas” dalam Islam adalah **jalan menuju kebebasan sejati**—bebas dari belenggu sifat buruk, kebiasaan merusak, dan hubungan yang menjerumuskan. Dengan **niat**, **doa**, **ilmu**, serta **tindakan nyata**, setiap Muslim dapat menapaki proses ini.
Semoga artikel ini menjadi **cahaya** bagi hati yang ingin **lepas** dan kembali pada **jalan yang lurus**.
**“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”** (QS. Al‑Baqara: 153)
Mari kita berdoa, berusaha, dan **lepas** bersama‑sama, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
---
*Penulis: [Nama Penulis]*
*Referensi: Al‑Qur’an, Hadis Shahih Bukhari & Muslim, Tafsir Ibn Kathir, Kitab Al‑Adab*