Umpat: Makna, Sejarah, dan Panduan Islami dalam Memilih dan Memakai Perhiasan
# **Umpat: Makna, Sejarah, dan Panduan Islami dalam Memilih dan Memakai Perhiasan**
> *“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang menjaga kebersihan dan bersih.”*
> **QS. Al‑Ankabut: 5**
---
## 1. Pendahuluan
Perhiasan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Di Indonesia, khususnya di daerah Melayu, **umpat** (atau “penda”) adalah salah satu perhiasan yang paling dikenal. Umpat biasanya berupa rantai atau kalung yang dihiasi dengan manik‑manik, batu, atau logam tertentu.
Meskipun tampak sederhana, umpat memuat makna yang dalam: ia bukan hanya sekadar hiasan, melainkan juga simbol identitas budaya, keindahan, dan dalam konteks Islam, **kebijaksanaan** dalam memamerkan keindahan diri.
---
## 2. Makna dan Sejarah Umpat
1. **Makna Sehari‑hari**
- *Simbol Keindahan:* Umpat sering dipakai pada acara pernikahan, upacara adat, atau perayaan.
- *Identitas Budaya:* Di banyak daerah di Indonesia, jenis dan gaya umpat dapat menunjukkan asal‑milik, status sosial, maupun kelompok etnis.
2. **Sejarah Singkat**
- Umpat berasal dari tradisi Melayu yang menggabungkan unsur **kerajinan tangan** dan **kepercayaan**.
- Pada zaman kerajaan, umpat sering dipakai sebagai tanda “kebangsaan” atau “keluarga bangsawan.”
3. **Peran Umpat dalam Islam**
- Di masa Nabi Muhammad SAW, perhiasan tidak dilarang, namun harus dipakai dengan penuh kesadaran dan kesopanan.
- Umpat, bila dipakai sesuai prinsip Islam, dapat menjadi sarana mengekspresikan **ketakwaan** dan **keindahan** yang sesuai dengan ajaran agama.
---
## 3. Perspektif Islam tentang Perhiasan
Islam tidak menolak perhiasan, tetapi menuntut **ketepatan** dalam penggunaannya.
| Prinsip | Penjelasan | Referensi |
|---------|-----------|----------|
| **Kesopanan (Hijab)** | Perhiasan harus menutupi bagian tubuh yang tidak boleh ditampilkan. | QS. Al‑Ankabut: 5‑7 |
| **Tidak Menyerang (Il‑ah)** | Tidak boleh menimbulkan rasa iri atau memamerkan harta. | Hadis riwayat Abu Hurairah, “Janganlah menonjolkan harta benda.” |
| **Tidak Berlebihan (Ihsan)** | Perhiasan sebaiknya sederhana, tidak terlalu mewah. | Hadis riwayat Al‑Bukhari: “Sesungguhnya yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik dalam menghias diri.” |
| **Boleh untuk Wanita** | Wanita boleh memakai perhiasan, termasuk emas dan perak, selama tidak menimbulkan fitnah. | Hadis riwayat Al‑Bukhari: “Perempuan boleh memakai emas.” |
| **Tidak Boleh bagi Pria** | Menurut sebagian ulama, pria tidak boleh memakai per