Mengapa blockchain dianggap tahan terhadap manipulasi?
Blockchain dianggap tahan terhadap manipulasi karena beberapa alasan:
1. Hashing: Setiap blok dalam blockchain memiliki nilai hash unik yang dihitung berdasarkan data di dalamnya dan hash dari blok sebelumnya. Jika data dalam blok diubah, hash blok tersebut juga akan berubah, yang akan memutus tautan dengan blok berikutnya dalam rantai dan membuat seluruh blockchain menjadi tidak valid.
2. Distribusi: Blockchain biasanya didistribusikan di banyak node dalam jaringan. Setiap node memiliki salinan lengkap dari blockchain. Jika seseorang mencoba memanipulasi blok pada satu node, versi blockchain pada node lainnya akan tetap tidak berubah. Jaringan biasanya mengikuti versi blockchain yang paling umum, jadi upaya manipulasi pada satu node tidak akan mempengaruhi seluruh jaringan.
3. Proof of Work: Dalam banyak blockchain, termasuk Bitcoin, blok baru ditambahkan ke blockchain melalui proses yang disebut "mining", yang melibatkan pemecahan masalah matematika yang kompleks. Proses ini membutuhkan banyak daya komputasi dan waktu. Jika seseorang ingin memanipulasi blok dalam blockchain, mereka harus mengulangi proses mining untuk blok tersebut dan semua blok berikutnya, yang akan membutuhkan jumlah daya komputasi yang sangat besar.
Karena alasan-alasan ini, blockchain dianggap tahan terhadap manipulasi. Namun, ini tidak berarti bahwa blockchain sepenuhnya aman dari semua jenis serangan. Ada beberapa vektor serangan yang dapat digunakan terhadap blockchain, tetapi mereka biasanya memerlukan sejumlah besar daya komputasi atau kontrol atas sebagian besar jaringan.