Bagaimana caranya menggunakan elemen HTML `` dan `` untuk mengatasi masalah kompatibilitas format WebP?
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
"Fallback image" adalah teknik yang digunakan untuk memastikan bahwa gambar tetap dapat ditampilkan meskipun browser pengguna tidak mendukung format gambar tertentu, seperti WebP.
Cara kerjanya adalah dengan menyediakan versi gambar dalam format yang lebih banyak didukung (seperti JPEG atau PNG) yang dapat ditampilkan jika gambar dalam format WebP tidak dapat ditampilkan.
Dalam konteks HTML, ini biasanya dilakukan dengan menggunakan elemen <picture> dan <source> , di mana Anda dapat menentukan beberapa sumber untuk gambar yang sama dalam format yang berbeda. Browser akan mencoba memuat sumber dalam urutan yang ditentukan dan menggunakan gambar pertama yang formatnya didukung.
Berikut adalah contoh penggunaan "fallback image":
<picture>
<source srcset="gambar.webp" type="image/webp">
<img src="gambar.jpg" alt="Deskripsi Gambar">
</picture>
Dalam contoh ini, browser akan mencoba memuat gambar.webp. Jika browser tidak mendukung format WebP, maka akan fallback ke gambar.jpg.
Wah, adik-adik atau saudaraku yang bertanya begitu, mungkin lagi kaget atau heran melihat sesuatu yang bikin mata melotot lebar, ya? Seperti ekspresi “kok bisa sampe begitu sih, matanya sampe...” Dalam kehidupan ini, banyak hal yang memang bikin kita terheran-heran. Tapi sebagai hamba Allah, mari kita ingatkan diri dengan lembut: Segala sesuatu yang kita lihat, yang membuat hati bergetar atau mata terbeliak, sesungguhnya adalah ciptaan dan ketetapan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang terjadi di alam semesta ini tanpa izin-Nya. Bahkan keheranan kita pun, adalah kesempatan untuk semakin mengenal kebesaran-Nya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an (surah Al-Baqarah ayat 164, maknanya kurang lebih): “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di lautan membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia se...
Assalamualaikum, saudaraku yang terkasih. Aduh, hati ini melihat kamu menulis “Kenapa Kenapa Kenapa”… rasanya seperti ada beban yang berat di dada, ya? Kadang kita memang merasa dunia ini penuh tanda tanya. Kenapa harus begini? Kenapa harus susah? Kenapa semua ini terjadi? Tenang… mari kita duduk sebentar dengan hati yang lembut. Dalam Islam, setiap “kenapa” yang kita rasakan sebenarnya adalah panggilan hati untuk kembali mengenal Tauhid — yakni keyakinan yang paling murni bahwa hanya Allah satu-satunya yang menciptakan, yang mengatur, dan yang memiliki segala urusan. Allah menciptakan kita bukan tanpa tujuan. Setiap kejadian, setiap kesedihan, setiap pertanyaan yang muncul di hati… semuanya berada di bawah ilmu dan hikmah-Nya yang sempurna. Kita mungkin tidak selalu mengerti “kenapa” sekarang, tapi Tauhid mengajarkan kita untuk yakin: tidak ada satu pun yang terjadi kecuali dengan izin-Nya. Dialah yang Maha Bijaksana, yang tidak pernah salah dalam mengatur kehidupan hamba-Nya. Saat ha...
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat yang dirahmati Allah, Ungkapan “**Tunduk Patuh Selagi Lagi**” mengingatkan kita pada sikap hati yang paling indah dalam kehidupan ini: **berserah diri sepenuhnya kepada Allah Ta’ala**, selama nafas masih dikandung badan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam: > “Tunduk patuhlah!” > Maka Ibrahim menjawab, “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.” (Al-Baqarah: 131) Kata “tunduk patuh” di sini adalah **Islam** itu sendiri—artinya menyerahkan jiwa dan raga, hati dan akal, hanya kepada Allah semata. Bukan karena terpaksa, tapi karena cinta dan keyakinan bahwa hanya Dia yang berhak disembah dan ditaati. Tauhid yang murni mengajarkan kita untuk **tunduk patuh selagi masih ada kesempatan**. Selagi mata masih bisa melihat, telinga masih mendengar, dan hati masih berdetak. Karena suatu saat, semua itu akan berhenti, dan kita akan kembali kepada-Nya dengan membawa amal perbuatan. ### Mengapa ...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Adik atau saudaraku yang terkasih, kalau kamu bilang "**Bukannya Mainan**", mungkin hati kecilmu sedang mengingatkan sesuatu yang penting sekali dalam hidup ini. Ya, **Islam itu bukannya mainan**. Agama yang Allah SWT turunkan kepada kita bukanlah sesuatu yang boleh kita main-mainkan, dipermainkan, atau dijadikan gurauan semata. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an: > "Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu sia-sia dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (QS. Al-Mu'minun: 115) Hidup ini bukan permainan. Dunia ini tempat ujian, bukan arena bermain yang tanpa tanggung jawab. Setiap detik yang kita lewati, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap perbuatan yang kita lakukan, semuanya akan dihisab di akhirat kelak. Tauhid, yaitu mengesakan Allah dengan sepenuh hati, juga **bukan mainan**. Mengesakan Allah bukan hanya di lisan, tapi harus benar-benar mengisi hati dan tercermin da...
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Wah, adikku… sepertinya kamu masih kesal ya? “Gabolehk Kayahk Gituh” – aku paham, mungkin kamu merasa larangan itu terlalu keras, atau kamu lagi merasa dibatasi. Dalam ajaran Islam yang lembut, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak melarang sesuatu kecuali untuk kebaikan kita. Larangan itu seperti pagar pelindung agar hati dan harta kita tidak terbakar api yang lebih besar. Kalau yang kamu maksud “gituh” adalah marah-marah sama bank, atau cara-cara yang biasa dilakukan orang saat kesal dengan urusan riba dan pinjaman bank, maka memang ada hikmahnya kenapa kita diajarkan untuk **tidak boleh** seperti itu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 278) Riba itu dosa besar, dan bank-bank konvensional biasanya penuh dengan riba. Tapi marah yang tidak terkendali, memaki, atau bertindak kasar juga...
Baiklah, insyaAllah nanti lagi saja ya, kakak. Kalau ada yang ingin dibahas tentang tauhid, keimanan, atau ayat-ayat Al-Qur'an yang bisa mendekatkan hati kita kepada Allah, silakan datang kapan saja. Saya di sini untuk menjelaskan dengan lembut dan mudah dimengerti, sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. Semoga Allah selalu menjaga hati kita dalam kebenaran dan keikhlasan. Jika sudah siap, cukup bilang saja. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🤲